• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Bus Terbakar, Otoritas Transportasi Saudi Minta Maaf

MAKKAH — Otoritas pengelola transportasi Arab Saudi meminta maaf atas terbakarnya bus Ummul Qura yang ditumpangi jamaah calon haji Indonesia.

Senin (8/10), sekitar pukul 16.30 waktu Arab Saudi, bus yang mengangkut 47 jamaah rombongan 5 kloter 13 embarkasi Ujungpandang dari Madinah ke Makkah terbakar di 60 kilometer dari Tanah Suci. Peristiwa itu menghanguskan koper dan tas jinjing jamaah.

”Kami meminta maaf atas kejadian itu. Peristiwa itu terjadi di luar kemampuan kami,” ujar Sadi Syamir Khalifah, direktur Transportasi Shuttle Bus Armina untuk Asia Tenggara, Selasa (9/10) malam.

Pihaknya bersyukur tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. ”Untuk seluruh kerugian materiil akan diganti seluruhnya oleh pihak perusahaan bus,” ungkapnya di kantor Misi Haji Indonesia Daker Makkah.(jurnalhaji.com)
Share:

Paspor Jamaah Haji yang Terbakar Diganti SPLP

MAKKAH — Paspor 47 jamaah calon haji Indonesia kloter 13 embarkasi Ujungpandang dipastikan terbakar.

Paspor ke-47 jamaah asal Gowa, Sulawesi Selatan itu terbakar saat bus Ummul Qura yang mengangkut mereka dari Madinah ke Makkah terbakar pada Senin (8/10) pukul 16.30 waktu Arab Saudi.

”Dalam pertemuan Senin (8/10) malam, pihak Ummul Qura menyatakan paspor jamaah berhasil diselamatkan,” ujar Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat kepada Republika Online, Selasa (9/10).

Namun, kata dia, pihak Muasasah Asia Tenggara melaporkan pada Selasa (9/10), bahwa seluruh paspor jamaah rombongan 5 kloter 13 embarkasi Ujungpandang terbakar.

”Mendapat kabar itu, saya langsung mengurus surat perjalanan laksana paspor (SPLP) ke Konjen RI di Jeddah,” ungkap Arsyad.

Pihaknya meminta agar jamaah tak khawatir, karena SPLP akan segera beres.(jurnalhaji.com)
Share:

Keikhlasan Regu Uzur Bagi Jamaah Risti

JAKARTA–Sebagian besar jamaah haji Indonesia adalah mereka yang berusia lanjut atau lansia. Jamaah lansia masuk dalam golongan risti atau resiko tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan terhadap jamaah lansia dan risti tersebut, dibutuhkan petugas khusus, terutama di bidang kesehatan jamaah.

Regu Uzur. Itulah nama para petugas yang berjaga dan siap 24 jam. Tugas mereka adalah untuk memberikan pertolongan pada jamaah yang kondisi kesehatannya kritis agar segera bisa ditangani dokter dan tenaga medis. ”Biasanya dan pasti terlebih dulu kita bawa ke poliklinik,” tutur seorang dari lima petugas Regu Uzur, Agus, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Mereka siap bertugas dengan bidang kesehatan dan mobil ambulans. ”Menjemput dari tempat jamaah nginap, terus diantarkan ke poliklinik asrama,” ucap Agus, saat berbincang di sela-sela ia beristirahat. Menurutnya, status jamaah akan dipindahkan ke Rumah Sakit Haji Jakarta, apabila beban penyakit jamaah sudah tergolong parah dan pihak dokter di poliklinik menyatakan seorang jamaah tersebut butuh penanganan lebih lanjut dan serius.

Ambulans yang ada di Asrama Haji Pondok Gede, terparkir tiga unit. Tapi kata Agus, saat ini yang beroperasi hanya dua. Ia juga menuturkan, tidak semua jamaah yang sakit diantarkan menggunakan ambulans. Jika penyakitnya ringan dan fisik jamaah baik, atau jamaah berusia muda, dapat dijemput dan diantarkan dengan sepeda motor.

Setiap harinya, Agus dan keempat rekannya berada di asrama. Pembagian waktu kerjanya dikelompokkan menjadi beberapa shif. Tetapi kala pagi, kelimanya harus siaga. Sebetulnya Agus bertugas di bagian bidang perlengkapan Badan Pengelola Asrama Haji (BPAH). Namun saat musim haji seperti ini, ia menjadi anggota grup Regu Uzur.

Kata Agus, hanya dua jenis pekerjaan yang berat selama bertugas di musim haji di lingkungan asrama ini, yaitu Regu Uzur dan petugas keamanan. ”Kami bertugas seperti berduet,” candanya. Sebab, kedua-duanya berjaga selama 24 jam.

Pria berkumis ini dan keempat teman-temannya mengetahui kapan mereka bertugas bila ada instruksi dari bidang kesehatan atau dari seorang anggota Regu Uzur yang senior. ”Kami juga selalu mengontrol dengan berkeliling sekitar gedung inap asrama,” tuturnya.

Regu Uzur bertugas tidak hanya berdasar pada panggilan saja. Saat anggota Regu Uzur berkeliling, mereka berkoordinasi dengan tiap-tiap petugas keamanan dan gedung tempat jamaah menginap. ”Kita mengecek, kita tanya. Sebab mereka orang pertama yang tahu jika ada jamaah sakit, selain karom dan karu,” papar Agus.

Ia berkata walau saat ini hanya dua ambulans yang dioperasikan, tetapi saat masa pemulangan jamaah nanti ketiganya akan diturunkan. Ambulans milik kesehatan bandara pun, siaga.

Tugas regu ini, kata Agus, selain sebagai sopir, kadang-kadang juga sebagai kernet ambulans. Tugas lainnya, yaitu memberikan laporan-laporan kesehatan jamaah yang sakit tersebut ke bagian kesehatan, pengolahan data, hubungan masyarakat, dan dokumen. ”Makanya regu uzur dan satpam itu paling berat,” tutur pria yang sudah 30 tahun itu bekerja di asrama.

Namun, beban tugas yang ia anggap sedikit berat ini tidak mengurungkan langkahnya untuk tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaannya itu. Menolong orang, menolong tamu Allah. ”Saya ikhlas. Ini juga kan tugas negara,” tuturnya. --taufik rachman/alicia saqina(jurnalhaji.com)
Share:

Kunci Dana Talangan Haji ada di Pemerintah

JAKARTA–Pemerintah sudah membentuk tim konsultan untuk mengkaji kembali produk perbankan syariah dana talangan haji. Sebab, dana talangan haji dinilai banyak mendatangkan kepanikan yang berakibat panjangnya daftar tunggu ibadah haji.

Selain itu, pemerintah menganggap perlu dikaji kembali masalah prinsip dana talangan haji. Sebab, hal itu berkaitan erat dengan definisi ‘istitto’ah’ atau kemampuan bagi calon jamaah haji. Kementerian Agama sudah membentuk tim yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Bank Indonesia. Produk dana talangan haji memang memilliki potensi besar untuk mengembangkan bank syariah. BI sebagai pembuat regulasi berpegang pada fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) untuk mengizinkan adanya produk dana talangan haji ini.

Dwiyanto, Analis Senior Divisi Perbankan Syariah Bank Indonesia, mengatakan kunci dana talangan haji ada di Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama. Kalau Kemenag melarang pengggunaan dana talangan haji karena dinilai tidak sesuai syariah, maka BI siap meninjau kembali terkait produk tersebut.

Namun, sampai saat ini, BI berpegang pada fatwa DSN untuk mengizinkan produk tersebut. Sisi syariahnya merujuk pada fatwa DSN. “Kuncinya ada di Dirjen, apakah penggunaan dana talangan dimungkinkan,” ungkap Dwiyanto.

Dana talangan haji merupakan salah satu produk perbankan syariah. BI sebagai pembuat regulasi hanya bertugas mendorong bank-bank untu berkreasi dalam menciptakan produk yang memiliki kemanfaatan bagi masyarakat. BI juga bersedia kalau ada kajian lebih lanjut soal simpang siur dasar syariah terhadap dana talangan.

Sementara itu, pengamat perbankan syariah, Agustianto, menilai banyak polemik yang terjadi terkait dana talangan haji. Pasalnya banyak yang melihat produk dana talangan haji ini belum memenuhi syarat syariah. Menurutnya, untuk lebih memperjelas produk ini, harus dilakukan kajian lagi terkait sisi syariahnya. “Harus dikaji ulang,” kata Agustianto.

Dia menambahkan, kalaupun hasil kajian tersebut melarang produk dana talangan, ini tidak akan berpengaruh besar pada pertumbuhan bank syariah. Sebab, lini pertumbuhan bank syariah bukan hanya dari produk dana talangan. Masih ada produk lain yang lebih membuat bank syariah besar hingga sekarang.

Risiko bagi jamaah, kata dia, adalah dana talangan itu tidak serta merta dapat ditarik. Larangan produk hanya akan menghentikan layanan produk. Bagi jamaah yang terlanjur, kemungkinan besar akan tetap meneruskannya.

Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Bank Syariah Indonesia, Riawan Amin mengungkapkan, risiko kalau dana talangan dilarang bukan menjadi masalah bagi bank syariah. Risiko terbesar justru akan menjadi masalah umat yang sudah terlanjur menyetorkan dananya ke produk ini.

Menurutnya masalah ini harus dapat diselesaikan dengan bijak. Menurutnya, masalah istito’ah jangan terjebak pada selera pribadi. Tapi sudah ada ahli yang bisa mengkaji hal itu. “Soal istito’ah dalam berhaji, hendaknya tidak terjebak dalam selera fatwa pribadi. Serahkan ahlinya (DSN),” kata Riawan.(jurnalhaji.com)
Share:

Jamaah Meninggal Setelah Umroh 4 Kali dalam Waktu 4 Hari

MAKKAH — Jamaah haji M Chofiqi bin Iman Mochtar (58) yang tergabung dalam Kloter 11 embarkasi Solo meninggal dunia pada Ahad pukul 23.50 waktu setempat. Dia wafat di Masjidil Haram, Makkah, setelah kelelahan melakukan ibadah sunah empat kali umroh dalam waktu empat hari.

“Sesuai hasil pemeriksaan, ia kelelahan berat,” kata Ketua Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah, dr Agus Widiyatmoko, ketika dikonfirmasi di Makkah, Senin, terkait penyebab meninggalnya Chofiqi.

Sampai Senin sore, sebanyak 22 calon haji Indonesia telah meninggal di Arab Saudi sejak pelaksanaan musim haji tahun ini pada 22 September 2012. Empat orang yang meninggal terakhir masing-masing, Rosna Siregar bt H. Mhd Soleh Siregar (45), Umuribu Laheri (58), Syarifuddin bin Juned (59) dan Chofiqi.(jurnalhaji.com)
Share:

Penyebab Bus Terbakar Diduga Hubungan Arus Pendek

MAKKAH — Penyebab terbakarnya bus yang mengangkut rombongan 5 jamaah calon haji Indonesia asal Gowa, Sulawesi Selatan diduga akibat hubungan arus pendek atau korsleting.

”Kepolisian Arab Saudi sedang menyelidiki peristiwa ini. Dugaan sementara terjadi akibat hubungan arus pendek,” ujar Kepala Seksi Pengamanan Daerah Kerja Makkah, Letkol Jaetul Muchlis Basyir, Senin (8/10) malam.

Menurut Ramlah Nurung, salah seorang jamaah yang menumbang bus Ummul Qura itu, kebakaran bermula dari bagian belakang bus. ”Saya kebetulan duduk di bagian belakang dan mencium sesuatu yang terbakar, bau gosong,” tutur jamaah kloter 13 embarkasi Ujungpandang itu.

Ketika bus menepi, kata dia, api sudah berkobar dari bagian belakang. Saat pintu bagian tengah tertutup, papar Ramlah, jamaah langsung keluar dari pintu bagian depan yang bisa diganjal jamaah. Bus Ummul Qura terbakar pada pukul 16.30 waktu Arab Saudi, di sekitar 25 kilometer sebelum titik cek poin Jumum. Jarak Jumum ke Kota Makkah mencapai 40 kilometer.

”Kita sudah sampai di lokasi dan melihat langsung kondisi bus. Tak ada yang tersisa sama sekali,” ujar Kepala Seksi Pengamanan Daerah Kerja Makkah, Letkol Jaetul Muchlis Basyir.(jurnalhaji.com)
Share:

Selamat, Paspor Penumpang Bus yang Terbakar

MAKKAH — Paspor 47 jamaah calon haji asal Gowa, Sulawesi Selatan sempat dikabarkan hangus dalam peristiwa terbakarnya bus Ummul Qura yang mengangkut mereka dari Madinah ke Makkah pada pukul 16.30, Senin (8/10).

Namun, Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat, memastikan bahwa seluruh paspor jamaah berhasil diselamatkan oleh sopir bus Ummul Qura.

”Berdasarkan laporan dari Muasasah Asia Tenggara, seluruh paspor aman. Sopir langsung menyelamatkan paspor dan mengevakuasi penumpang untuk keluar dari bus,” tutur Arsyad.

Menurut ketua rombongan 5 kloter 13 embarkasi, Jamaris, pintu bus bagian tengah langsung tertutup begitu bus menepi. Untunglah, pintu bagian depan bisa diganjal, sehingga seluruh jamaah bisa menyelamatkan diri.

Para jamaah hanya bisa menyelamatkan tas kecil yang melekat di tubuh. Sedangkan, tas tentengan tak ada yang bisa diselamatkan.(jurnalhaji.com)
Share:

Paspor 47 Jamaah Haji Indonesia Terbakar

MAKKAH -- Paspor 47 jamaah calon haji Indonesia kloter 13 embarkasi Ujungpandang dipastikan terbakar.

Paspor ke-47 jamaah asal Gowa, Sulawesi Selatan itu terbakar saat bus Ummul Qura yang mengangkut mereka dari Madinah ke Makkah terbakar pada Senin (8/10) pukul 16.30 waktu Arab Saudi.

''Dalam pertemuan Senin (8/10) malam, pihak Ummul Qura menyatakan paspor jamaah berhasil diselamatkan,'' ujar Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat kepada Republika Online, Selasa (9/10).

Namun, kata dia, pihak Muasasah Asia Tenggara melaporkan pada Selasa (9/10), bahwa seluruh paspor jamaah rombongan 5 kloter 13 embarkasi Ujungpandang terbakar.

''Mendapat kabar itu, saya langsung mengurus surat perjalanan laksana paspor (SPLP) ke Konjen RI di Jeddah,'' ungkap Arsyad.

Pihaknya meminta agar jamaah tak khawatir, karena SPLP akan segera beres.(republika.co.id)
Share:

Jumlah Jamaah Haji yang Wafat Menjadi 27 Orang

Berikut nama-nama jamaah haji Indonesia yang wafat:

1. Siti Rahmatia binti Yasin (67) dari embarkasi Ujungpandang, wafat di Rumah Sakit Arab Saudi karena mengalami gangguan sistem sirkulasi.

2.Sumardi SM (55) dari embarkasi Solo wafat saat shalat di Masjid Nabawi akibat gangguan sistem sirkulasi. Jamaah ketiga

3. Indriano bin Khairunas (49) dari embarkasi Padang wafat di Masjid Nabawi akibat gangguan system sirkulasi.

4. Juju bt Lili Adinata (54) dari embarkasi Jakarta wafat di pemondokan di Madinah juga akibat mengalami gangguan sistem sirkulasi.

5. Endang Rusmiyatun bt Rusmin (50) dari embarkasi Solo wafat di Madinah akibat sistem sirkulasi.

6. Saodah Muawanah bt Katiran (58) dari embarkasi Surabaya wafat dalam perjalanan di Madinah akibat mengalami ganguan sistem sirkulasi.

7. Yusupadi bin Marjo Suwito (62 th), jamaah haji kloter 3 asal embarkasi Solo tutup usia akibat serangan jantung di Makkah.

8. Yoso Sudarmo bin Pawiro Rejo (58), jamaah haji kloter 9 embarkasi Solo wafat di Madinah akibat gangguan sistem sirkulasi.

9. Toto bin Ahmad Rejo (64), jamaah kloter 1 Solo wafat di Madinah akibat gangguan sirkulasi.

10. Sumiyat Proyitno bin Karyono (53) kloter 17 embarkasi Jakarta meninggal di perjalanan akibat gangguan sirkulasi.

11. Sarimanih bt Siarun (70) kloter 7 embarkasi Padang tutup usia saat dirawat di RS An-Nur, Kota Makkah akibat penyakit hati yang kronis.

12. Syaribanun HM Hasan (81) jamaah dari kloter 6 embarkasi Medan. Syaribanun tutup usia saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah.

13. Sutarno bin Prawirosuratno (63) asal kloter 5 embarkasi Solo tutup usia saat dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi akibat gangguan saluran pencernaan.

14. Samiah binti Akim (67) dari kloter 3 embarkasi Banda Aceh tutup usia saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), Makkah, Sabtu (6/10) dinihari.

15. Suwardi bin Kartonawi (72) kloter 23 embarkasi Jawa Barat tutup usia saat berada di Pemondokannya, Madinah, Sabtu (6/10) dinihari.

16. Muji Rahayu Dwi Astuti bint Asrukan (34) kloter 10 embarkasi Solo wafat saat dirawat di Rumah sakit Arab saudi, Madinah.

17. Ilyas bin Tgk Syik (50) kloter 08 embarkasi Banda Aceh, wafat saat dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, Madinah Akibat gangguan sistem syaraf.

18. Syaifullah bin RW Syamubi (65) kloter 9 embarkasi Palembang saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah akibat mengalami gangguan pernafasan.

19. Rosna Siregar bt H Mhd Soleh (45) asal kloter 4 Medan, wafat saat dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Kota Makkah akibat gangguan sistem sirkulasi.

20. Umuri bin Laheri (58) dari kloter 5 embarkasi Ujungpandang. Umuri wafat saat dirawat di RS Makkah karena gangguan sistem sirkulasi,

21. Jamaah asal kloter 2 Banda Aceh, Syarifuddin bin Juned (59) juga dilaporkan wafat saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah, akibat infeksi dan parasit.

22.M Chofiqi bin Imam Mochtar (58 tahun) jamaah calon haji asal Klaten dari Kloter 11 embarkasi Solo wafat di Masjidil Haram setelah menunaikan ibadah umrah, pukul 23.30, Ahad (7/10) waktu Arab Saudi.

23. Suripto bn suwandi (63 tahun) kloter 28 embarkasi Solo. Suripto wafat di pemondokan Madinah akibat gangguan sistem pernapasan.

24. Sudirman bin Abdullah (72) embarkasi Solo Kloter 55. Suidirman wafat di Bandara Jeddah akibat gangguan sistem pernafasan.

25. Suhaimin bin Abdul Gani (62) Kloter 25 embarkasi Ujungpandang. Ia wafat saat berada di Masjidil Haram akibat gangguan serangan sirkulasi.

26. Siti Maimunah bt H Naipin (66) kloter 34 embarkasi Surabaya. Ia wafat di Madinah akibat gangguan sistem sirkulasi.

27. Bakir Mustari bn H Mustari Pettarani (56) asal Kloter 25 embarkasi Ujungpandang wafat di Makkah akibat ganguan sistem sirkulasi.(republika.co.id)
Share:

Bus Haji Terbakar, Otoritas Transportasi Arab Saudi Meminta Maaf

MAKKAH -- Otoritas pengelola transportasi Arab Saudi meminta maaf atas terbakarnya bus Ummul Qura yang ditumpangi jamaah calon haji Indonesia.

Senin (8/10), sekitar pukul 16.30 waktu Arab Saudi, bus yang mengangkut 47 jamaah rombongan 5 kloter 13 embarkasi Ujungpandang dari Madinah ke Makkah terbakar di 60 kilometer dari Tanah Suci. Peristiwa itu menghanguskan koper dan tas jinjing jamaah.

''Kami meminta maaf atas kejadian itu. Peristiwa itu terjadi di luar kemampuan kami,'' ujar Sadi Syamir Khalifah, direktur Transportasi Shuttle Bus Armina untuk Asia Tenggara, Selasa (9/10) malam.

Pihaknya bersyukur tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. ''Untuk seluruh kerugian materiil akan diganti seluruhnya oleh pihak perusahaan bus,'' ungkapnya di kantor Misi Haji Indonesia Daker Makkah.(republika.co.id)
Share:

Bus Haji Terbakar, Kerugian Jamaah Capai Rp 340 Juta

MAKKAH -- Total kerugian akibat terbakarnya bus Ummul Qura yang menghanguskan koper dan tas jinjing jamaah haji Indonesia mencapai Rp 340 juta.

Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat mengatakan, berdasarkan hasil perhitungan dan pendataan kepada jamaah total kerugian itu terdiri dari Rp 282,8 juta dan 26.499 riyal.

''Kita minta agar seluruh nilai kerugian itu diganti oleh pihak Ummul Qura,'' ungkap Arsyad kepada wartawan, Selasa (9/10) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, bus yang ditumpangi 47 jamaah calon haji asal Gowa, Sulawesi Selatan dari Madinah ke Makkah terbakar di 25 kilometer sebelum cek poin Jumum atau 60 kilometer sebelum Tanah Suci, Senin (8/10) pukul 16.30 waktu Arab Saudi.

Tak ada korban jiwa dan luka akibat peristiwa itu. Namun, koper dan tas jinjing yang diangkut dalam bus itu hangus terbakar.

Ke-47 jamaah yang menumpang bus Ummul Qura itu adalah jamaah calon haji rombongan 5 kloter 13 embarkasi Ujungpandang.(republika.co.id)
Share:

Rombongan DPR bakal Tiba di Jeddah, Malam Ini

JEDDAH -- Rombongan Komisi VIII DPR akan mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (10/10) malam pukul 22.30 waktu Arab Saudi (WAS). Mereka di sana akan melihat dari langsung pelayanan haji di Madinah, Makkah, dan Jeddah.

Ketua Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syairozi Dimiyathi, di Jeddah, mengatakan rombongan pertama itu akan langsung menuju Madinah dan menggelar rapat dengan jajaran Daerah Kerja (Daker) Madinah. Mereka juga akan meninjau langsung pelaksanaan pelayanan katering, pemenuhan jadwal pelaksanaan shalat arbain di Masjid Nabawi, hotel tempat menginap dan pelayanan kesehatan.

Tim 1 DPR juga akan melihat langsung kondisi Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah, bertemu dokter, dan perawat dan berbincang dengan jamaah. "Anggota Dewan mungkin juga akan berbincang langsung dengan jamaah yang sedang menjalani perawatan di sana," kata Syaerozi.

Anggota DPR di Madinah selama dua hari, lalu ke Makkah dan kegiatan juga hampir sama, seperti bertemu dengan jajaran Daker Makkah, melihat layanan katering, penginapan, transportasi, dan layanan kesehatan. "Rombongan pertama itu akan kembali ke Tanah Air pada 16 Oktober setelah tawaf wada, tetapi sebagian akan berhaji," kata Syaerozi.

Rombongan kedua direncanakan tiba pada 19 Oktober, pukul 15.25 WAS, lalu berangkat ke Makkah untuk bertemu dengan Daker Makkah, meninjau pemondokkan, BPHI, dan layanan transportasi.

Mereka juga akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Agama yang juga Amirul Haj, Duta Besar RI, Konsul Jenderal, dan para Kadaker pada 23 Oktober. "Tim pengawas DPR akan mengikuti prosesi haji dan kembali pada 2 November, sekaligus melihat langsung prosesi pemulangan," kata Syaerozi.(republika.co.id)
Share:

Hotel Transit Mundur, PPIH Jeddah Cari Pengganti

JEDDAH -- Ketua Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Indonesia di Arab Saudi, Syaerozi Dimiyati, menerima pengunduran Tayar Hotel sebagai hotel transit bagi jamaah Indonesia tahun ini pada saat kepulangan nanti.

Syaerozi di Jeddah, Rabu (10/10), mengatakan manajemen Tayar sedang melakukan renovasi dan belum akan rampung saat masa kepulangan nanti. "Dalam klausul kontrak dinyatakan jika manajemen hotel transit tidak cedera janji maka wajib mencari hotel pengganti yang setara," kata Syaerozi.

Manajemen Tayar juga mengajukan hotel Majelis Kholij dan Rotana Hotel sebagai pengganti. "Kami sudah meninjau langsung kedua hotel tersebut. Pada dasarnya tidak ada masalah. Saat ini, hanya menunggu persetujuan dari Kementerian Agama RI," kata Syairozi.

Pada musim haji sebelumnya, kedua hotel itu pernah digunakan, seperti Rotana pernah digunakan pada 2010.

Sebelumnya, Kadaker Jeddah, Ahmad Abdullah, sudah berkunjung ke Tayar Hotel, tetapi tidak bisa masuk karena ruangan sedang direnovasi dan tidak pengelola di meja layanan. Ketika ditanya tentang wanprestasi salah satu pemondokan di Makkah, Syaerozi menjelaskan bahwa pengelolanya tidak menepati janji, karena mengunci dapur bagi jamaah.

Dapur itu digunakan untuk menyimpan barang, sehingga tidak bisa digunakan untuk memasak. "Kami ultimatum, kembalikan uang yang sudah dibayar atau pengelola memberi makan jamaah," kata Syaerozi dan pengelola menyatakan bersedia memberikan makan kepada jamaah.(republika.co.id)
Share:

Puluhan Ribu Jamaah Tinggalkan Madinah

MADINAH -- Jamaah calon haji gelombang satu terus meninggalkan Kota Madinah menuju Makkah. Jumlahnya kini diperkirakan telah mencapai sekitar 68 ribu orang yang berasal dari sekitar 170-an kloter.

"Jamaah gelombang pertama yang semula berada di Madinah setiap hari terus diberangkatkan menuju Makkah," kata Kepala Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari.

Dari data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga Selasa (10/10) pukul 17.00 waktu Arab Saudi (WAS), diketahui, saat ini masih ada sekitar 80-an kloter dngan setidaknya 34 ribu jamaah yang masih berada di Madinah.

Setiap hari ada belasan kloter dengan ratusan bus yang berangkat dari Madinah menuju Makkah. Sebelum menuju Makkah, bus harus berhenti sejenak di Bir Ali atau Masjid Dzul Hulaifah, untuk mengambil miqat atau berniat ihram.

Di tempat inilah, para jamaah diwajibkan untuk turun dari bus, shalat sunat dua rakaat, sudah mengenakan pakaian ihram dan berniat umrah. Jika tidak melakukan ini, jamaah akan dikenakan dam (denda).

Biasanya jamaah diberangkatkan setelah Subuh, serta seusai waktu Zuhur dan Ashar. Para jamaah juga telah diminta untuk mandi dan berpakaian ihram sejak dari pemondokan sehingga tak merepotkan begitu singgah di Bir Ali. Saat berada di sana, jamaah hanya tinggal melaksanakan shalat sunat dua rakaat dan berniat umrah. ''Waktu tempuh Madinah-Makkah sekitar 5-6 jam,'' papar Jauhari.

Lantaran itulah, petugas yang bertugas di Sektor Bir Ali harus memastikan para jamaah telah melakukan semua tahapan itu sebelum berangkat ke Makkah. Bisa dipastikan, itu bukan pekerjaan mudah karena setidaknya ada 15-20 kloter atau setara dengan ribuan jamaah yang mendatangi Bir Ali untuk miqat.

Untuk memudahkan proses miqat, petugas juga meminta ketua rombongan masing-masing jamaah untuk memantau anggotanya agar tidak salah masuk ke dalam bus atau tertinggal rombongan. Apalagi, hampir semua jamaah dari berbagai negara mengambil miqat di Bir Ali.(republika.co.id)
Share:
 photo iklan-instagram_zpsijgophla.gif

Terpopuler

Berita Haji 2012

Tips Haji dan Umrah

Kisah dari Tanah Suci

Manasik Haji dan Umrah

Photobucket

Labels

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.