• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Roti Keliling Antarkan Uwas Ke Tanah Suci

Lelaki paruh baya itu menyambut dengan ramah saat menerima tamu di rumahnya yang sangat sederhana, di Jalan H Muis, Depok. Sebuah gerobak roti bertengger di samping rumah, setumpuk roti masih berjejer di dalam gerobak itu. Selain itu, boks-boks roti berjejer rapi di kediamannya. Cucuran keringat masih tampak terlihat di wajah lelaki paruh baya itu.

Haji Uwas, begitu sapaan akrab lelaki paruh baya itu. Setelah puluhan tahun berjualan roti keliling, panggillan untuk pergi ke Tanah Suci Makkah pun menghampirinya. “Alhamdulillah, dari hasil nabung sedikit demi sedikit, saya bisa pergi haji bersama dengan istri,” ujarnya, Rabu (19/9).

Di sebuah ruangan tamu kecil beralaskan tikar, Uwas berbagi cerita tentang pengalamannya pergi ke Makkah pada 2011 lalu. Uwas mengatakan, niatnya untuk pergi haji sudah muncul sekitar empat tahun silam. Semenjak itu, dia mulai menyisihkan rupiah demi rupiah untuk mewujudkan niat tersebut.

“Tiap hari kalau saya habis keliling jualan roti, paling enggak saya sisihkan kurang lebih Rp 50 ribu, nanti per bulan baru disetor ke bank, Alhamdulillah kalo lagi ada, bisa setor ke bank minimal Rp 500 ribu,” ujar pria berusia 48 tahun ini. Dia juga berusaha menyisihkan uang untuk anak-anak yatim.

Tak perlu menunggu waktu lama bagi Uwas dan istrinya untuk bisa pergi haji. Dua tahun penantian Uwas akhirnya terbayarkan. “Saya merasa ini mungkin panggilan Allah, kalau sudah ada niat dan dibarengi dengan usaha, insya Allah niat kita didengar oleh Allah, “ ujar pria yang memiliki enam orang anak dan tiga cucu ini.

Ketika itu, ongkos naik haji reguler untuk satu orang sekitar Rp 37,5 juta. Total biaya yang dikeluarkan oleh Uwas yakni sekitar Rp 130 juta. Itu murni dari penghasilan berjualan roti. Biaya tersebut sudah termasuk uang yang dia bawa ke Makkah untuk membeli oleh-oleh bagi seluruh keluarga dan kerabat di kampungnya.

Di Tanah Suci Makkah, Uwas dan istrinya mengalami banyak hal yang terjadi di luar kehendaknya. Sehari sebelum keberangkatan, Uwas dan istrinya menginap di Asrama Haji Bekasi. Saat itu mereka tergabung di kloter 39 dan berangkat pada pukul 03.00 WIB. Sejak di Asrama Haji Bekasi, Uwas selalu mendapatkan rezeki dan berkah.

Cerita, saat di Bekasi ada seseorang tak dikenalnya memberikan uang 300 riyal. Lalu, ketika berada di Makkah, dia dan istrinya selalu saja ada orang yang menraktir makan di restoran mewah, meskipun dia tidak mengenali orang tersebut.

“Saya juga bingung ini kenapa, padahal saya enggak kenal sama orang-orang itu, waktu di Makkah selalu saja ada orang yang ngasih saya, entah itu duit, makanan, atau menraktir saya dan istri makan di restoran, Alhamdulillah,” ujarnya.

Pengalaman lain adalah saat melakukan tawaf di putaran keempat, dia melihat sosok lelaki yang berbadan tinggi besar, berjenggot panjang sampai ke pusar, mengenakan gamis putih dan sorban. Lelaki tersebut berdiri di hadapan Uwas dan mengusap wajah Uwas dan wajahnya. Setelah itu, pria tersebut berlalu.

Selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah, Uwas dan istrinya selalu mendapatkan kemudahan dan diberikan kesehatan. Selain itu, ketika pulang ke Tanah Air, Uwas juga merasakan sambutan yang luar biasa dari keluarga dan kerabat di kampungnya, di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.(jurnalhaji.com)
Share:

Berat Badan Ideal Saat Berhaji, Haruskah?

Para ahli kesehatan menciptakan sebuah rumus untuk melihat berat badan ideal seseorang. Rumus berat badan ideal tersebut diukur dengan menghitung tinggi badan. Rumus tersebut adalah; BBI (berat badan ideal) = Tl (tinggi badan) – 100, dengan variasi 10 persen

Contohnya, seseorang memiliki tinggi badan 160 cm, maka berat badan idealnya adalah 160 – 100 = 60, dengan variasi 10 persen, maka 54-65. Jadi, orang yang tingginya 160 cm, maka berat badan idealnya antara 54 hingga 65 kg.

Apabila kita termasuk orang yang memiliki berat badan ideal, maka kita harus tetap menjaga pola makan yang selama ini kita gunakan. Jangan mengubah pola makan, yang terpenting perbaiki kualitas makanannya. Jika dibutuhkan, diperbolehkan mengonsumsi multivitamin sebagai tambahan gizi.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang memiliki berat badan berlebih, di antaranya faktor keturunan, kebiasaan makan, kurang olahraga, dan lainnya. Cara menurunkan berat badan adalah dengan mengurangi porsi makanan, tidak terkecuali menghindari makanan-makanan ringan.

Jamaah haji atau umrah yang memiliki berat badan berlebih akan mengalami banyak kesulitan ketika mengerjakan ibadah haji, seperti saat tawaf mengelilingi Kabah, sa’i di Shafa dan Marwah, atau ketika melempar jumrah.

Paha dan kaki orang yang memiliki berat badan berlebih akan saling bergesekan saat mengerjakan kegiatan-kegiatan tersebut. Akibatnya, timbul iritasi atau lecet-lecet pada kulit. Lecet tersebut akan menimbulkan rasa nyeri dan bahkan peradangan.(jurnalhaji.com)
Share:

Ini Tips Agar Jamaah Haji tak Kena Tipu di Masjidil Haram

MAKKAH –oleh: Heri Ruslan/wartawan Republika Online

Aksi kejahatan ternyata tak memandang tempat. Di Masjidil Haram pun para pelaku kejahatan ternyata berkeliaran.

Kepala Seksi Pengamanan Daerah Kerja Makkah, Letkol Jaetul Muchlis Basyir, mengatakan, jamaah haji Indonesia harus waspada terhadap pelaku kejahatan selama beribadah di Masjidil Haram.

Berikut ini tips dari Letkol Jaetul Muchlis Basyir agar jamaah haji Indonesia terhindar dari aksi kejahatan di Masjidil Haram:

1. Saat beribadah usahakan jangan terpisah dari rombongan.

2. Jika terpisah dari rombongan jangan panik dan cemas. Teruslah beribadah sesuai manasik.

3. Jangan mudah percaya pada orang yang akan membantu. Banyak pelaku penipuan terhadap jamaah haji Indonesia adalah orang Indonesia.

4. Carilah petugas haji Indonesia yang tersebar di berbagai pintu. Petugas haji Indonesia mengenakan seragam warna biru dan mengenakan kartu identitas.

5. Jangan membawa uang secara berlebihan. Untuk ke Masjidil Haram cukuplah membawa uang 10 riyal.

6. Tidak memakai perhiasan yang berlebihan.

6. Bawalah identitas yang telah disediakan saat pergi ke Masjidil Haram.(jurnalhaji.com)
Share:

Jamaah Diminta Waspadai Penipuan Dam

MAKKAH — Laporan Heri Ruslan/Reporter Republika Online dari Makkah

Jamaah calon haji Indonesia diminta untuk mewaspadai penipuan saat membayar dam haji tamatu. Dam merupakan ibadah pengganti dengan menyembelih seekor kambing.

“Waspadai oknum-oknum orang Indonesia yang datang ke pemondokan dan merayu jamaah agar mengumpulkan dam kepada mereka,” ujar Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat. Ia meminta agar jamaah tak mudah percaya dengan tawaran dam yang murah.

Arsyad menyarankan agar jamaah ikut langsung ke pasar kambing dan unta jika ada mukimin yang menawarkan jasa pengumpulan dam. “Pilih sendiri hewan ternam yang akan disembelih dan pastikan hewan dam kita dipotong di tempat itu,” papar Arsyad.

Harga seekor kambing dam bervariasi antara 300 riyal sampai 700 riyal. Jamaah calon haji yang ingin memilih langsung dan melihat proses penyembelihan hewan dam bisa datang langsung ke Pasar Kakiyah yang berjarak 10 kilometer dari Kota Makkah.

“Pasar Kakiyah adalah pasar hewan terbesar di Kota Makkah,” ujar Satori Atinah seorang mukimin yang mengantar petugas Media Center Haji membayar dam. Menurut dia, semakin cepat membayar dam semakin bagus. Sebab, harga kambing akan semakin mahal.

Di pasar Kakiyah, jamaah calon haji bisa menawar langsung harga hewan yang dijual. Jamaah calon haji harus langsung membeli kepada penjual hewan kurban. Hindari calo yang menawarkan hewan kurban. “Mereka biasanya mencari komisi dari penjual hewan kurban.”

Namun jika jamaah tak mau repot, disarankan untuk membayar dam melalui bank Islam yang biasa menerima pembayaran. Menurut Arsyad, bank-bank Islam itu akan mengeluarkan pengumuman tentang besaran nilai dam yang bisa dibayar jamaah.

“Lebih baik membayar di bank yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi karena dam-nya akan disalurkan ke negara-negara yang membutuhkan.” Selain itu jamaah akan merasa lebih yakin dan pasti dam yang dibayarkannya tepat.

Hingga Selasa (2/10) malam, jumlah jamaah calon haji Indonesia yang tiba di Tanah Suci sudah mencapai 17.744 orang. Jamaah dari Indonesia sudah memenuhi Masjidil Haram.(jurnalhaji.com)
Share:

Gubernur Palu Sarankan Calhaj Banyak Makan Apel

PALU — Suhu di Makkah maupun di Madinah pada musim haji ini mencapai 40 derajat celsius. Untuk itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola menyarakan para jamaah calon haji menjaga kesehatan dan banyak makan buah.

Salah satunnya buah apel yang mampu menjaga kestabilan tubuh.

“Kesehatan tolong dijaga, banyak minum air, banyak istirahat, banyak makan buah apel agar tahan panas. Buah apel bisa membantu kestabilan tubuh,” kata Longki Djanggola pada acara pelepasan 360 calon haji asal Sulawesi Tengah, Jumat malam.

Jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang 8 tersebut akan diberangkan ke embarkasi Balikpapan pada Sabtu (6/10) dalam dua kali penerbangan, yakni pukul 06.45 dan pukul 07.00 WITA.

Longki juga mengingatkan kepada calon haji asal daerah ini agar tidak malu bertanya termasuk dalam penggunaan fasilitas hotel seperti di kamar mandi.

“Jangan malu bertanya kalau di hotel. Kalau di kamar mandi, mana air panas mana air dingin. Jangan sampai mandi pakai air panas semua,” kata Longki.

Tidak hanya itu, Gubernur juga menyarankan agar jamaah mendahulukan hal-hal wajib dalam pelaksanaan ibadah haji baru kemudian yang sunnah.

Jumlah jamaah calon haji asal Sulawesi Tengah yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 1.778 orang dari 10 kabupaten/kota.(jurnalhaji.com)
Share:

Makam-Makam di Masjid Nabawi

Di dalam Masjid Nabawi, terdapat tiga buah makam yang bertempat di rumah Ummul Mukminin, Aisyah RA.

Ketiga makam tersebut adalah:

1. Makam Rasulullah SAW.
Setelah Rasulullah SAW wafat, terjadi perbedaan pendapat menentukan di mana Rasulullah SAW akan dikebumikan. Ada yang berpendapat jasad Rasulullah SAW disemayamkan di tanah kelahirannya, Makkah. Ada pula yang berpendapat jasadnya dibawa ke Palestina.

Abu Bakar RA kemudian memutuskan bahwa jasad Rasulullah SAW dikebumikan di dalam rumah Rasulullah SAW. Hal ini didasari bahwa Abu Bakar RA mendengar Rasulullah SAW pernah bersabda, “Para Rasulullah dikebumikan di tempat mereka wafat.”

Karena itu, Rasulullah SAW dikebumikan dalam bilik rumahnya. Kepala Rasulullah SAW yang mulia diletakkan di barat dan kakinya ke arah timur dengan wajahnya mengada ke arah kiblat. Jarak tubuhnya dengan dinding sebelah timur sekitar 90 cm dan dari dinding bagian barat sekitar 150 cm.

2. Makam Abu Bakar Ash-Shiddiq RA
Abu Bakar RA adalah salah seorang sahabat sekaligus mertua Rasulullah SAW. Ia dikebumikan di sisi Rasulullah SAW setelah diizinkan oleh Aisyah RA. Abu Bakar RA memperoleh penghormatan yang tinggi karena ia adalah salah satu umat yang pertama-tama masuk surga.

Ia termasuk umat yang berkesempatan mengunjungi para Nabi dan Rasul di dalam surga. Semua itu merupakan ganjaran yang diberikan Allah SWT atas perjuangan dan pengorbanannya untuk agama Allah SWT.

3. Umar bin Khathab RA
 Umar bin Khattab RA juga telah meminta izin dari Aisyah RA untuk dikebumikan di sisi Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA. Aisyah RA telah memperkenankan permintaannya itu.(jurnalhaji.com)
Share:

Tata Cara Berkunjung ke Masjid Nabawi (2-habis)

6. Mendatangi Makam Rasulullah SAW
Apabila selesai mengerjakan shalat Tahiyatul Masjid, maka hendaklah menuju ke Makam Rasulullah SAW. Adab-adabnya adalah membelakangi kiblat dan menghadap ke arah dinding makam, jaraknya dari bagian kepala makam sejauh empat hasta.

Berdirilah dengan melihat ke arah bawah dinding makam. Sebaiknya, di tempat itu, segala pikiran dan nafsu duniawi diletakkan. Sebaliknya, bermunajat dan berusaha taqqarub kepada Allah SWT Kemudian dengan suara yang perlahan hendaklah memberi salam kepada Rasulullah SAW.

Kemudian berpaling ke arah kanan mengarah ke makam Umar bin Khathab RA seraya mengucapkan, “Kesejahteraan atas engkau, ya Umar bin Al-Khathab.”

Kemudian kembali ke tempatnya yang semula lalu menghadap ke arah kiblat dan berdoa sebab di lokasi tersebut adalah saat-saat istijabah (penerimaan doa).

7. Tidak boleh tawaf di sekitar makam Rasulullah SAW
Tidak dibolehkan tawaf di makam Rasulullah SAW sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Nawawi. Makruh menempelkan badannya ke dinding makam atau mengusap dan menciumnya sebagaimana yang sering dilakukan oleh orang-orang yang jahil.

Bahkan sebaliknya, adab ziarah hendaklah menjauhkan diri dari makam sebagaimana para sahabat menjauhkan diri mereka dari makam Rasulullah SAW ketika berziarah.

8. Shalat di Masjid Nabawi
Tidak dapat tidak tinggal dalam waktu di Madinah Al-Munawwarah, hendaklah ia mengerjakan semua shalat di dalam masjid Rasulullah SAW dan keluar pada setiap hari untuk menziarahi pemakaman Baqi’, pemakaman para syuhada di Uhud.

Begitu juga sebagaimana yang sunah muakkad untuk mendatangi Masjid Quba seperti yang sering dilakukan oleh Rasulullah SAW pada setiap hari Sabtu yang telah tsabit di dalam Kitab Sahih Bukhari dan Muslim, dan selain dari keduanya.(jurnalhaji.com)
Share:

Tata Cara Berkunjung ke Masjid Nabawi (1)

Untuk memperoleh kemuliaan menziarahi Rasulullah SAW dan menziarahi masjidnya, hendaklah mengikuti adab-adab berikut:

1. Disunahkan berniat taqarrub
Disunahkan kepada orang yang ingin ke Madinah dengan niat menziarahi Rasulullah SAW dan berniat ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT dengan bermusafir ke masjid Rasulullah SAW dan mengusahakan dapat shalat di dalamnya.

2. Disunahkan untuk menguatkan azam serta memperbanyak shalawat
Disunahkan untuk menguatkan azam (kemauan) ketika menuju ke Madinah untuk menziarahi Nabi SAW dan menziarahi masjid Rasulullah SAW. Hendaknya pula memperbanyak bershalawat dan taslim atas Rasulullah SAW di sepanjang perjalanan menuju ke sana.

3. Mendahulukan kaki kanan dan membaca doa ketika memasuki masjid
Apabila sampai di pintu masjid hendaklah kita mendahulukan kaki yang kanan pada waktu masuk seraya berdoa;

“Aku berlindung kepada Allah yang Mahabesar dan dengan wajah-Nya yang mulia, dengan kekuasaannya yang qadim dari setan yang dirajam. Dengan nama Allah dan segala pujian bagi Allah. Ya Allah, rahmatilah Nabi Muhammad SAW dan ahli keluarga Muhammad. Ya Allah, ampunilah akan segala dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu rahmat-Mu.”

Imam Nawawi berkata, “Doa dan zikir ini adalah mustahab bagi setiap masjid. Diriwayatkan banyak hadis mengenainya di dalam kitab sahih dan selainnya.”

4. Berjalan menuju Raudhah
Setelah melakukan hal-hal di atas, kemudian hendaklah masuk menuju ke Raudhah. Raudhah ini terletak di antara mimbar dan rumah Rasulullah SAW.

5. Mengerjakan shalat Tahiyatul Masjid
Disarankan mengerjakan shalat Tahiyatul Masjid di sisi mimbar. Sebab menurut riwayat, Rasulullah SAW berdiri di sisi ini ketika shalat. Sesuai yang diriwayatkan oleh Imam Malik dari Jabir bin Abdullah RA, “Aku telah kembali dari satu perjalanan lalu aku menemui Rasulullah SAW yang ketika itu berada di halaman masjid.

Rasulullah SAW bersabda, “Adakah kamu telah memasuki masjid dan bershalat di dalamnya?”

Jabir menjawab, “Tidak.”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Pergilah masuk ke dalam masjid dan shalat di dalamnya dan kemudian datanglah berjumpa denganku dan memberi salam kepadaku.”(jurnalhaji.com)
Share:

Tata Cara Ziarah di Masjid Nabawi

Karena Masjid Nabawi adalah situs sejarah yang sangat dimuliakan, kita tidak bisa berbuat seenaknya tatkala mengunjunginya. Adab atau tata krama saat berziarah ke makam Rasulullah SAW adalah:

1. Mandi;

2. Memakai wewangian;

3. Bertaubat dari segala dosa ketika sampai di Madinah;

4. Membaca shalawat kepada Nabi SAW dan berdoa;

5. Mengunjungi Masjid Nabawi dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT setelah membersihkan diri baik lahir maupun batin;

6. Memasuki komplek masjid dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid berikut:

Bismillaahi washshalaatu wassalaamu ‘ala rasuulillaah, a’uudzu billaahil ‘adziimi biwajhihil kariimi wa sulthaanihil qadiimi minasy syaithaanir rajiim, allaahummaf tah li abwaaba rahmatik.

“Dengan menyebut nama Allah, shalawat dan salam teruntuk Rasulullah. Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, demi dzat-Nya yang mulia dan kekuasaan- Nya yang qadim dari setan yang terkutuk. Wahai Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.”

7. Mengerjakan shalat tahiyatul masjid sebanyak dua rakaat dan shalat sunnah yang lain semampunya. Lebih utama jika kita melaksanakan shalat-shalat tersebut di ar-Raudhah asy-Syarifah. Rasulullah SAW bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku terbentang sebuah taman surga.”;

8. Kembali berdoa demi kebaikan dunia dan akhirat;

9. Berjalan ke makam Rasulullah SAW dengan penuh kesopanan dan kekhusyukan serta mengikuti arahan petugas;(jurnalhaji.com)
Share:

Tawaf dan Harmoni Umat Manusia

Tawaf adalah mengelilingi Kabah hingga tujuh kali putaran. Jamaah haji atau umrah yang tengah melakukan tawaf berjalan dengan arah yang sama. Jika ada jamaah yang melakukan tawaf dengan arah yang berbeda maka tawafnya tidak sah.

Hal tersebut bisa kita artikan bahwa dalam semua aspek kehidupan kaum muslimin harus mengedepankan harmoni atau keserasian dalam gerak langkah mereka demi mewujudkan tatanan hidup yang dinamis. Hanya dalam tatanan hidup yang dinamis, semangat dan kerja sama untuk menciptakan persatuan, kedamaian, dan kesejahteraan di antara sesama manusia dapat diwujudkan.

Arah tawaf yang sama juga menunjukkan tujuan hidup umat Islam yang sama, yaitu menggapai ridha Allah SWT. Dunia hanyalah tempat singgah dan bukan tujuan akhir yang sesungguhnya. Akhiratlah rumah peristirahatan abadi kita, tempat manusia kelak akan berjumpa dengan Tuhan.

Oleh sebab itulah, janganlah manusia terperdaya oleh kerlap-kerlip godaan dunia yang dapat memalingkan diri dari tujuan semula, yaitu ridha Allah SWT.

Orang yang melaksanakan tawaf melebur menjadi satu dalam sebuah gelombang yang terus bergerak. Lokasi dan gerakan yang sama seakan-akan melahirkan sebuah transformasi yang luar biasa, dari individu yang satu menjadi arus yang sangat besar.

Kata ‘aku’ bertransformasi menjadi ‘kita’. Ego dan individualisme dibuang jauh, digantikan oleh kasih sayang dan kebersamaan yang akrab.(jurnalhaji.com)
Share:

Nilai Perjuangan dalam Tawaf

Ketika melakukan tawaf, sunnah hukumnya berlari-lari kecil pada putaran pertama, kedua, dan ketiga. Pada saat berlari-lari kecil itulah para jamaah haji melingkarkan pakaian ihramnya di atas pundak kiri hingga ke ketiak sebelah kanan. Ujung yang satu berada di depan dada dan ujung yang lain berada di belakang punggung.

Secara historis, berlari-lari kecil saat melakukan tawaf ditujukan untuk membantah asumsi negatif orang kafir Quraisy yang mengatakan bahwa umat muslim yang baru datang dari tempat-tempat yang jauh sudah capai, tidak bersemangat, dan dalam keadaan terpaksa menjalankan ibadah. Untuk menghapus asumsi tersebut, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabatnya mengerjakan tawaf dengan berlari-lari kecil dan penuh semangat.

Dari cerita tersebut, sebagai umat Nabi Muhammad SAW perlu memahami bahwa untuk menghapus citra negatif yang disematkan oleh musuh-musuh Islam kepada umat muslim dan agama Islam, dibutuhkan perjuangan yang serius. Perjuangan tersebut tidak boleh berhenti sebab permusuhan umat lain terhadap umat Islam pun tidak pernah berhenti.(jurnalhaji.com)
Share:

Bersalaman dengan Hajar Aswad

Batu hitam yang khusus diturunkan Allah SWT dari surga dinamakan Hajar Aswad. Batu itu terletak di sudut Kabah, tepatnya di pinggir pintu Kabah. Menyentuh Hajar Aswad, menciumnya, dan melambaikan tangan kepadanya adalah lambang kesetiaan dan kepatuhan mutlak kepada Allah SWT. Itulah yang dilakukan jamaah haji saat tawaf di pelataran Kabah.

Zaman dahulu, di suku-suku Arab selalu mengikat perjanjian satu sama lain dengan diakhiri berjabat tangan atau bersalaman. Perjanjian atau kesepakatan itu biasanya untuk mendapatkan jaminan keselamatan selama mereka menempuh perjalanan di padang pasir yang luas, baik keselamatan dirinya sendiri maupun keselamatan barang dagangannya.

Jabat tangan itu merupakan kesepakatan dan kesetiaan. Sebagaimana bersalaman dalam perjanjian suku-suku Arab tersebut, lambaian tangan kepada Hajar Aswad sebenarnya merupakan cara lain untuk mengungkapkan kesetiaan manusia kepada Allah SWT.

Kesetiaan tersebut perlu ditunjukkan agar mereka mendapatkan jaminan keselamatan selama menempuh perjalanan dalam kehidupan di dunia ini. Dengan ‘bersalaman’ dengan Hajar Aswad berarti menusia telah sepenuhnya menggantungkan hidup dan keselamatannya kepada Allah SWT.(jurnalhaji.com)
Share:

Makna Kerendahan Hati dalam Tahallul

Tahallul atau bercukur adalah salah satu ritual haji yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan, terutama dalam Madzhab Syafi’i. Meski bercukur terkesan remeh, namun jika ditinggalkan akan membuat ibadah haji tidak sah. Jika demikian, itu artinya diwajibkan untuk mengulang kembali ibadah tersebut pada tahun berikutnya.

Mengapa hal yang begitu remeh dapat membatalkan sesuatu yang jauh lebih besar? Hal itu mengisyaratkan bahwa kelebihan yang dimiliki oleh manusia dengan otak dan daya ciptanya, semua itu berada dalam kuasa Allah SWT.

Dengan diwajibkannya bercukur dalam rangkaian ibadah haji, Allah sejatinya ingin mengajarkan bahwa manusia tetaplah manusia. Ia harus sadar bahwa selamanya dirinya adalah hamba Allah. Manusia harus bersikap khusyuk, tawadhu’ (rendah hati), dan khudhu’. Tiga sikap itu akan mengantarkan mereka menjadi makhluk yang dicintai oleh Allah SWT.

Rambut adalah simbol dari mahkota seorang insan. Rambut adalah perhiasan seseorang dan menjadi lambang kegagahan dan ketampanan. Bertahallul yaitu mencukur rambut adalah simbol dari meletakkan mahkota seseorang. Artinya, orang tersebut menanggalkan kesombongan yang menjadi seseorang tinggi hati dari orang lain.

Semoga dengan rontoknya ribuan rambut di kepala para hujjaj ketika ia bertahallul, maka rontok juga segala ribuan keangkuhan dan kesombongannya yang akan menjadikannya haji yang tawadlu’ dan rendah diri.(jurnalhaji.com)
Share:

Hadapi Puncak Musim Haji, 2041 Bus Disiapkan

JAKARTA–Sebanyak 2041 armada bus siap dikerahkan sebagai angkutan jemaah haji di Arafah dan Mina saat prosesi wukuf dan lempar jumroh.

“Semua armada bus akan diatur sesuai kebutuhan pada pergerakan jemaah haji,” kata Direktur Trasportasi Asia Tenggara Arab Saudi di Mina dan Arafah Ir Sadi Samir Sahfar seusai rapat koordinasi dengan pejabat haji Indonesia di Makkah, Selasa malam atau Rabu pagi WIB.

Setelah menerima laporan data-data yang diperlukan dari para pejabat haji setiap negara terkait konsentrasi jemaah, maka akan disusun perencanaan transportasi yang lebih matang baik dari sisi waktu maupun jumlah armada yang diperlukan bagi singkronisasi mobilisasi pergerakan jemaah, kata Sadi Amir.

Pada musim haji yang puncaknya wukuf di Arafah tepat pada tanggal 25 Oktober 2012, sekitar 2,5 juta manusia akan berkumpul di padang Arafah dan diikuti pergerakan manusia ke Mina dalam proses lempar jumrah serta kesibukan ritual haji lainnya Mesjidil Haram.

Pada puncak pelaksanaan haji seperti itu, kemungkinan kemacetan lalulintas dapat saja terjadi seperti pada momen-momen yang sama pada pelaksanaan haji tahun-tahun belakangan.

Untuk itu, kata Sadi Samir, perlu singkronisasi perencanaan dengan pengaturan lalulintas angkutan serta pembagian waktu-waktu pergerakan jemaah yang disesuaikan dengan kebutuhan bagi kelancaran dan ketertiban umum.

Terkait dengan terbakarnya satu bus angkutan haji Indonesia yang menyebabkan kerugian materi Rp 282.832.170 dan real 26.449 (atau setara Rp 66 juta) yang diderita 47 jemaah asal Ujungpadang Senin (8/10), Sadi Amir menyatakan permohonan maafnya.

“Itu terjadi di luar kemampuan kami, dan kami mohon maaf,” katanya dan menambahkan akan mengurus kompensasi kerugian setelah melakukan investigasi intern dari pihak pengusaha bus dan pihak asuransi.

Dalam kebakaran bus di lokasi sekitar 50 km dari Mekkah pada jalan lintas Mekkah-Medinah sebanyak 47 paspor jemaah embarkasi Ujungpandang itu juga turut terbakar. Selanjutnya Kadaker Mekkah Misi Haji Indonesia Arsyad Hidayat mengatakan akan segera mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai pengganti dokumen perjalanan yang hilang.

Indonesia tahun ini memperoleh kuota haji 211.000 jemaah. Sampai pukul 22.00 Selasa (Rabu pagi) WIB 87.163 jemaah haji Indonesia telah tiba di Mekkah.(jurnalhaji.com)
Share:
 photo iklan-instagram_zpsijgophla.gif

Terpopuler

Berita Haji 2012

Tips Haji dan Umrah

Kisah dari Tanah Suci

Manasik Haji dan Umrah

Photobucket

Labels

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.