• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

5.250 Jamaah Haji Menuju Makkah

JEDDAH - Daerah Kerja (Daker) Jeddah kembali memberangkatkan 5.250 calon jamaah haji Indonesia ke Makkah. Mereka tergabung dalam 13 kelompok terbang (kloter) yang tiba di Bandara Haji King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi.

Berdasarkan data yang dirilis Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Selasa (9/10/2012) pukul 22:30 waktu Arab Saudi atau Rabu (10/10/2012) pukul 02:30 WIB, sudah 202 koter yang tiba di Jeddah.

Sementara, jamaah yang yang diberangkatkan ke Makkah dan Madinah mencapai 76.394 jamaah. Ini merupakan total kedatangan melalui Jeddah sejak 21 September 2012.

Pada hari ini, Daker Jeddah kembali akan menerima 14 kloter ke berbagai embarkasi di Tanah Air.

Sementara itu, Octagon atau Klinik Kesehatan Haji Indonesia di bandara, 11 jamaah mengeluhkan kesehatannya. Namun setelah diberikan penanganan, seluruh jamaah langsung melanjutkan perjalanan ke Makkah.(okezone.com)
Share:

Jamaah Haji di Madinah Mulai Berkurang

MADINAH - Aktifitas para jamaah mulai terpusat di Makkah, Arab Saudi. Mereka melaksanakan ibadah umroh dan menunggu pelaksanaan ibadah haji pada Kamis 25 Oktober mendatang. Puluhan ribu jamaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Makkkah, dalam dua gelombang termasuk gelombang pertama dari Madinah.

Sekretaris Daerah Kerja Madinah, Sofwan Abdul Djani menyatakan, jumlah jamaah semakin menyusut di Madinah, karena jamaah gelombang pertama yang di Madinah setiap hari, diberangkatkan menuju Makkah. "Sejauh ini yang sudah diberangkatkan menuju ke Makkah mencapai 70 ribu dan tersisa saat ini adalah sekira 33 ribu jamaah di Madinah" ungkapnya, Rabu (10/10/2012).

Menurut Sofwan, setiap hari jumlah yang berangkat menuju Makkah dari Madinah berkisar antara 15-20 kloter, dan terus akan berkurang hingga habis pada 15 Oktober mendatang. "Pemberangkatan akan terus dilakukan hingga jamaah di Madinah habis pada 15 Oktober mendatang," jelasnya.

Sofwan menambahkan untuk pemberangkatan jamaah ke Makkah biasanya, dilakukan sehabis Subuh sekira pukul 07.00 WAS, sehabis Dhuhur, dan Ashar. "Tidak boleh setelah isya, sebagai kebijakan baru di pemerintah Arab Saudi guna menghindari kecelakaan," imbuhnya.

Sofwan Abdul Djani menyebutkan, sebelum ke Makkah, jamaah haji diminta telah berpakaian ihram sejak dari pemondokan sehingga di Masjid Bir Ali/Dzul Hulaifah tinggal melaksanakan salat sunat 2 rakaat dan niat ihram.

Untuk saat ini, berdasarkan data SISKOHAT, jamaah haji Indonesia yang telah tiba di Makkah mencapai 89.064 dari 224 kloter. Sedangkan jamaah yang masih di Madinah saat ini Adalah 32.323 jamaah dengan 21 kloter dari 70.822 yang telah diberangkatkan ke Makkah.(okezone.com)
Share:

Kerugian Calhaj Akibat Bus Terbakar Harus Diganti

JAKARTA - Komisi VIII DPR RI menyesalkan musibah terbakarnya bus yang mengangkut 47 calon jemaah haji (calhaj) asal Indonesia dari Madinah ke Mekkah, Senin 8 Oktober sore. Komisi VIII meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk memfasilitasi pengurusan penggantian rugi calhaj rombongan 5 kloter 13 Ujung Pandang dan memperhatikan kelaikan bus yang disewa untuk calhaj Indonesia.

“Syukur alhamdulillah semua calhaj yang menjadi penumpang bus Hafil selamat dari musibah kebakaran, Senin (8-10). Seluruh kerugian yang dialami calhaj harus diganti. Dan ini tugas Kemenag melalui Daker Mekkah untuk mengurus ke perusahaan bus yang mengangkut calhaj Indonesia itu,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Hakim, dalam rilisnya kepada Okezone, Rabu (10/10/2012).

Seperti diketahui, bus yang mengangkut Jamaah calon haji rombongan 5 kloter 13 embarkasi Ujungpandang terbakar saat menuju ke Tanah Suci Makkah, Senin sore. Sebagai ganti rugi, perusahaan bus Ummul Qura hanya memberi santunan sebesar 1.000 riyal untuk 47 jamaah yang berada di bus itu.

Hakim menilai santunan yang diberikan perusahaan bus tersebut tidak cukup menggantikan kerugian yang diderita calhaj Indonesia karena seluruh koper bawaan mereka habis terbakar. Untuk itu, Hakim mendesak agar santunan ganti rugi yang diberikan kepada penumpang bus dihitung sesuai dengan kerugian yang diderta mereka.

"Jangan hanya santunan saja, tapi harus diperhitungkan benar. Kasihan jika mereka terpaksa menanggung kerugian sementara santunan yang diberikan hanya sebesar 1.000 riyal untuk 47 jemaah," kata Hakim.

Sementara itu, untuk menghindari kecelakaan ini terulang, Kemenag diminta untuk memperhatikan kelaikan bus pengangkut calhaj yang akan disewa. Hakim juga meminta Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekkah, Misi Haji Indonesia di Arab Saudi untuk menyelidiki kecelakaan ini. Jika kecelakaan terjadi karena bus tidak laik, Hakim meminta Kadaker Mekkah mengambil langkah preventif ke depan agar tidak kecelakaan serupa tidak terulang.

"Kelaikan bus untuk menganggakut calhaj harus diperhatikan karena ini menyangkut keselamatan calhaj. Jadi, sekali lagi kami meminta kepada Kemenag untuk benar-benar memeriksa kelaikan bus-bus pengangkut jemaah ini," kata Hakim.(okezone.com)
Share:

Ujian Kesabaran dalam Ibadah Haji

MADINAH - Perjalanan ibadah haji memiliki banyak makna. Ibadah, ujian kesabaran dan keikhlasan serta pahala yang berlimpah berada di dalamnya. Adalah keinginan semua orang, agar perjalanan ibadah haji dalam keadaan usia muda, sehat dan bersama pasangan untuk meraih haji yang mabrur. Sebab haji pada dasarnya adalah ibadah fisik dalam melaksanakan rukun dan wajib haji.

Namun kadang kala, ujian menghadang ketika perjalanan ibadah haji baru akan dimulai. Tak jarang mereka harus menghadapi ujian dengan lemahnya kondisi fisik akibat usia, kehilangan seorang yang paling dicintai dan kondisi kesehatan yang menurun.

Bertempat di sebuah hotel, pemondokan di sekitar Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, kita dapat menemui kisah pilu diantara sekian banyak jemaah calon haji Indonesia. Salah satunya adalah Pasangan suami-istri Subagyo (60 tahun) dan Eko Hartini (59 tahun) dari Embarkasi Semarang-Jawa Tengah kloter 30.

Istrinya, sebelum menuju ke tanah suci mendapatkan serangan stroke. Hal ini menjadi ujiannya ketika stroke itu, menyebabkan istrinya mengalami lumpuh separo badan, bahkan tidak bisa berbicara. Sepanjang perjalanan, kursi dorong dan peluh keringat Subagyo menemani perjalanan istrinya yang saat ini hanya bisa berbaring ditempat tidur.

Ditengah kondisi seperti itu, tekad Subagyo yang tidak lagi muda, hanya satu. "Saya ingin istri dapat menunaikan ibadah haji apapun konsekuensi yang dialami," ungkapnya. Wajah tegar itu, berubah jadi muram dan perlahan dari kedua pelupuk matanya mengeluarkan air mata. Ujian ini begitu berat di rasakannya.

Setiap hari dengan keikhlasan, sang suami-lah yang membersihkan bagian tubuh istrinya. Menyuapi hingga memandikannya, mendorong dengan kursi roda setiap aktifitas dari istrinya menjelang perjalanan spiritual, terutama sampai pelaksanaan ibadah haji nantinya. "Saya kasihan, ini impian dia selama ini. Tapi kenyataannya demikian. Saya rela mengurusi dia apapun yang terjadi," piluhnya.

Namun rasa sabar dan keihlasan membuat bapak ini tegar dalam menghadapi ujian dari Allah. Subagyo menjelaskan, istrinya terserang stroke pada agustus lalu pascalebaran dan sempat dirawat di rumah sakit sebelum terpaksa diambil karna perjalanan haji sudah dekat.

Subagyo menyakini, setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Dirinya tetap berharap bahwa ada 'keajaiban' sehingga istrinya diberikan kesehatan dan kemudahan guna mencapai haji yang mabrur. "Mudah2an Allah memberikan kemudahan," kata-nya dengan penuh keyakinan.

Bersama 4 teman sekamarnya, Istrinya Ibu Eko Hartini juga mendapatkan perhatian khusus. Teman2 sekamarnya begitu peduli dan selalu menghibur dengan kecerian serta senda gurau. Meski tidak bisa bercanda ria dengan tidak bisa berbicara, namun terlihat wajah Ibu Eko yang memiliki tubuh tak berdaya, terkadang tersenyum dengan bibir merekah lebar mendengar canda dari teman2 sekamarnya. "Saya juga membantu menyuapi dan bahkan mengganti pampers, tanpa risih karena teman, kasihan dia," ungkap Ngatini teman sekamar Ibu eko.

Sedangkan senda gurau dan senyum juga menjadi senjata andalan dalam menghadapi persoalan dari Subagyo. Kecerian tetap melingkar di wajahnya meski hatinya harus melonggarkan kata Ikhlas dan Kesabaran.

Sebagai hamba dan umat-Nya, melaksanakan haji merupakan panggilan-Nya. Ujian pasti datang, karna kasih sayang Allah terhadap Hamba-nya. Dan semua ujian, harus dilalui dengan salat dan sabar. Dalam firman-Nya, Jadikan salat dan sabar sebagai penolongmu. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar.(okezone.com)
Share:

Calhaj Meninggal, Hak Waris Dapat Rp33 Juta

JEDDAH-Kepergian jemaah calon haji ke tanah suci Arab Saudi memiliki resiko, diantaranya meninggal waktu pelaksanaan ibadah. Kematian memang tidak ada yang menghendaki sebab duka dan sedih pasti akan menyelimuti keluarga yang ditinggal. Namun, mereka harus tetap mendapatkan apa yang menjadi haknya sebagai ahli waris.

Sekretaris daker Maddinah Sofwan Abdul Djani menyatakan setiap jemaah yang meninggal, maka keluarganya atau ahli warisnya akan mendapatkan asuransi kematian sebesar Rp33 juta. ‘’Mulai dari keluar rumah sampai masuk rumah untuk menunaikan ibadah haji menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mendapatkan asuransi,’’ tegas Sofwan

Sofwan Abdul Djani Menjelaskan angka Rp33 juta, akan diberikan sama kepada ahli waris bagi jemaah haji yang meninggal dari berbagai embarkasi di Indonesia. "Sama tidak ada perbedaan dari manapun asal embarkasinya" imbuhnya.

Untuk tahun ini, yang menangani masalah asuransi kematian jemaah haji Indonesia ditangani oleh perusahaan asuransi Beringin Life. Sofwan mengatakan, untuk klaim asuransi, para ahli waris harus mengikuti sejumlah prosedur. Keluarga atau hak waris melengkapi dengan surat kematian atau COD (certificate of death- red), keterangan sebagai ahli waris dan surat rekomendasi dari kantor kementrian agama tingkat kabupaten dan langsung memproses ketempat asuransi.

Sofwan Abdul Djani Menambahkan Jika semua prosedur terpenuhi, maka proses pencairan dana asurasi dapat berlangsung cepat. "Kalo ada masalah, laporkan aja ke kantor pusat dan nanti akan di urus untuk proses adminitrasi hingga keluarnya dana asuransi," kata sofwan(okezone.com)
Share:

Kasus Penipuan Dominasi Aksi Kejahatan terhadap Jamaah

MADINAH - Selama kedatangan para calon haji gelombang pertama di Madinah, setidaknya ada 10 kasus kriminalitas yang menimpa jamaah.

"Angka tindak kriminalitas ini relatif kecil," ujar Kepala Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, Senin (8/10/2012).

Meski begitu, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan kasus serupa kembali menimpa jamaah. Jauhari menyebutkan, dua kasus pencurian menimpa jamaah terjadi di hotel. "Untuk kasus ini, jamaah mendapatkan kompensasi dari pihak majmuah (perantara pemondokan)," ujar dia.

Sedangkan delapan kasus lainnya terjadi di luar hotel. Lantaran itulah, jamaah pun tak bisa mendapatkan ganti rugi. "Mau menuntut sama siapa, kan kejadiannya di luar hotel," lanjut Jauhari.

Menurut Kadaker, kerugian yang dialami jamaah berkisar kehilangan uang living cost atau biaya hidup selama di Tanah Suci yang besarnya sekira 1.500 riyal.
Sedangkan kasus kerugian lain yang diderita jamaah justru dipicu oleh faktor kelalaian atau kelengahan. Biasanya, jamaah itu lupa menaruh tas atau barang bawaannya. "Tidak jarang, ada jamaah yang kehilangan tas. Ketika kita tanya secara rinci kronologisnya, mereka bilang tidak tahu," papar Jauhari.

Maraknya aksi kejahatan yang dialami oleh jamaah haji itu, Misi Haji Indonesia di Arab Saudi telah melaporkan hal ini pada bagian intel Kerajaan Arab Saudi. "Ada beberapa kasus yang menimpa jamaah kita seperti pencurian tas, dompet, uang maupun dokumen-dokumen jamaah dan juga kasus-kasus lainnya seperti penipuan dan lain sebagainya di Madinah. Ini kita sudah sampaikan dan laporkan ke pihak intel kerajaan Arab Saudi untuk selanjutnya bisa diambil tindakan,” ujar Kepala Misi Haji Indonesia di Arab Saudi, Syaerozi Dimyati.

Menurut Syaerozi, laporan itu dilakukan agar menjadi perhatian dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi karena aparat pengamanan Indonesia tidak berwenang untuk mengambil tindakan di Arab Saudi. ”Tim pengamanan ikut mengawasi dan terus mengingatkan jamaah untuk terus berhati-hati ketika berpergian sendiri dan jangan meninggalkan jamaah lain yang berusia lanjut. Mereka yang tua dan tersesat adalah korban potensial bagi pelaku kejahatan,” jelasnya.

Selama ini jika ada tim pengamanan yang terdiri dari aparat militer dan polisi menangkap pelaku kejahatan, maka pelaku kejahatan diserahkan kepada pihak keamanan Arab Saudi. "Sampai sekarang kita hanya bisa bekerja di wilayah itu. Memang ada kendala seperti misalnya jika pelakunya adalah perempuan, karena jika ditangkap mereka bisa saja berteriak," ujar Syaerozi.(okezone.com)
Share:

Petugas Melakukan sweeping Jemaah yang Mengambil Miqot di Bir Ali

Madinah (Sinhat)--Puluhan petugas sektor melakukan sweeping terhadap ribuan jamaah Indonesia yang melakukan miqat di Masjid Bir Ali Dzul Hulaifah. Mereka melakukan untuk memastikan para calon jamaah haji Indonesia dalam mengenakan pakaian ihram sudah benar dan sempurna.

Sebelum masuk tempat wudhu sudah ada dua orang petugas sektor yang berjaga di pintu masuk baik untuk pri maupun perempuan. Demikian pula di pintu keluar tempat wudhu dan toilet juga dijaga sekitar 4 orang petugas yang mengawasi jamaah.

"Pakaian dalamnya sudah dilepas semua, Pak. Sudah berwudhu atau belum, Pak," kata salah satu petugas sektor, Andi Sarwoko saat mengawasi dan memeriksa jamaah di Masjid Bir Ali, Selasa (9/10/2012).

Andi juga tidak ragu-ragu langsung membetulkan letakkan kain ihram bagian atas yang benar. Bila ada jamaah yang mengenakan kain ihram terselempang dengan salah bahu terbuka, Andi juga langsung membenarkan. Dia kemudian mengajari cara mengenakan yakni kedua bahu tertutup kain ihram.

Beberapa orang jamaah yang ragu dengan cara mengenakan pakaian ihram rela menunggu, Andi membantu membetul pakaian ihram jamaah lainnya. Pakaian ihram yang menutup aurat juga diminta dibetulkan agar tidak menganggu atau terlepas saat berjalan.

"Kalau bahu kanan terbuka nanti kalau sudah masuk Masjid Haram di Mekkah cukup tertutup semua, biar tidak masuk angin. Yang bawah juga sudah diikat dengan sabuk yang erat," kata Andi dengan sopan.

Setelah jamaah mengambil air wudhu Andi kemudian menunjukkan tempat salat 2 rakaat di dalam masjid khususnya bagi jamaah pria. Sebab pintu masuk jamaah pria dan perempuan berbeda-beda.

"Salat sunatnya 2 rakaat, setelah itu baca niat umrah," katanya.

Andi mengungkapnya calon jamaah haji Indonesia yang niat umrah dari Madinah menuju Mekkah paling banyak pagi hari hingga sebelum salat dhuhur. Lebih kurang 50-80 bis datang di pagi hari.

Menurutnya jamaah datang bersamaan dari Madinah, petugas yang berada di dua tempat parkir bis langsung mengarahkan jamaah baik laki-laki dan perempuan untuk mengambil air wudhu atau ke toilet sebelum masuk masjid untuk salat sunat.

"Bila datangnya bersamaan memang sedikit kerepotan tapi itu sudah hal biasa. Kita tinggal mengarahkan dan mengecek ulang, sebelum masuk masjid salat sunat dan niat ihram, agar pakaian dalamnya sudah dilepas semua dan tinggal dua lembar kaim ihram saja," katanya.

 Dia juga meminta ketua rombongan masing-masing jamaah untuk memantau anggotanya agar tidak salah masuk ke dalam bis atau tertinggal rombongan. Sebab hampir semua jamaah dari berbagai negara mengambil miqat di Bir Ali(haji.kemenag.go.id)
Share:

Pendaftaran Haji Gunakan Teknologi Biometrik

Pangkalpinang(Sinhat)--Kementerian Agama secara bertahap menggunakan pendaftaran haji dengan menggunakan teknologi biometrik berbasis web sehingga ke depan kemungkinan terjadinya kesalahan identitas calon haji (Calhaj) dapat dieliminir.

Guna mendukung ke arah itu, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) secara bertahap menyelenggarakan pelatihan perekaman data menggunakan biometrik berbasis web di berbagai tempat, kata Drs. Ahmad Baedawi M.Ed, Kasubbag Informasi Haji di Pangkalpinang, Selasa.

Pelatihan yang diikuti sekitar 35 orang dari kabupaten/kota di Pangkalpinang itu berlangsung pada 8 sampai 9 Oktober, dibuka Kakanwil Kemenag Bangka Belitung, Prof. Dr. H. Hatamar M.Ag.Pelatihan itu sendiri akan disusul di beberapa daerah lainnya.

Sistem perekaman data menggunakan biometrik banyak keuntungannya, kata praktisi IT Aman Rahiman dari Citra Natasolusi.Teknologi ini bisa mendeteksi keberangkatan seorang jemaah yang telah menunaikan pergi haji
berulang-ulang.

Bukan itu saja, yang lebih penting ke depan akurasi data bisa dipertanggungjawabkan dan bisa dijadikan pijakan sebagai bahan pengambil keputusan, katanya.

Teknologi biometrik yang digunakan Ditjen PHU untuk pendaftaran haji itu mulai diberlakukan dalam dua tahun terakhir. Itu memang belum seluruhnya. Hanya sebagian dari jemaah yang didaftar.

Selama dua tahun itu, menurut Baedawi, diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Sebab dapat ditampilkan secara real time. Kantor Kemenag di kota dan kabupaten ke depan sudah harus memiliki peralatan pendukung untuk itu.

Karena itu, sebelum peralatan rekam data dikirim, pihaknya menyelenggarakan pelatihan.Sampai saat ini tercatat sudah 310 orang dari berbagai kota dan kabupaten ikut pelatihan perekaman data menggunakan teknologi biometrik.

Untuk yang ikut di Pangkalpinang sebanyak 35 orang berasal dari daerah pemekaran seperti kabupaten Kayong Utara, Kalbar. Kabupaten Supiori di Papua. Termasuk
dari kabupaten di provinsi Sumut, Babel dan Aceh.Secara teknis, teknologi ini sama seperti yang digunakan e-KTP.

Hanya saja untuk dewasa ini banyak menemui tantangan terkait terbatasnya kemampuan server. Jika keluatannya 64 kilo byte per second (Kbps), pengiroman data akan lemot. Penyebabnya data yang dikirim kapasitasnya sangat besar.Untuk mengtasinya, dapat menggunakan teknologi Enterprise Servise Bus (ESB).

 Teknologi tergolong baru kedepan akan banyak digunakan, kata Aman. Selain itu, teknologinya pun sudah harus mengikuti standar biometrik internasional, ICAO (International Civil Aviation Organization), katanya.(haji.kemenag.go.id)
Share:

Korban Kebakaran Bis Dapat Pakaian dan Santunan

Jakarta(Sinhat)--Kementerian Agama (Kemenag) melalui perwakilan Daerah Kerja Mekkah telah membelikan pakaian untuk calon jemaah haji (calhaj) Indonesia, karena koper yang berisi pakaian mereka terbakar dalam peristiwa kebakaran yang menimpa bis yang membawa mereka dari Madinah menuju Mekkah.

“Kami telah membelikan pakaian untuk mereka (calhaj),” kata Direktur Pelayanan Haji dan Umrah Kemenag Ny. Sri Ilham Lubis dalam pesan singkatnya yang diterima di Jakarta, Selasa sore.

Ia mengatakan mereka juga mendapat uang kerahiman sebesar 1.000 riyal, atau Rp2,5 juta (asumsi kurs 1 riyal sama dengan Rp2.500,-) untuk 47 calhaj rombongan kelima sudah diberikan Syarikah Ummul Qura sesaat calhaj sampai di pemondokan.

 Diberitakan sebelumnya, bis yang mengangkut calhaj Indonesia dari Madinah ke Makkah terbakar di 20 kilometer sebelum cek poin Jumum, Senin (8/10) sekitar pukul 16:30 waktu Arab Saudi, atau 20:30 WIB. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, tapi koper mereka yang ditempatkan di atas bis terbakar habis. Mereka adalah berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) 13 Embarkasi Makassar. (haji.kemenag.go.id)
Share:

Rehabilitasi Kakbah dari Masa ke Masa

Sepanjang sejarah, Ka’bah telah mengalami beberapa kejadian yang menyebabkan rusaknya bangunan tersebut, adakalanya disebabkan oleh peristiwa alam dan adakalanya karena ulah tangan-tangan manusia.

Di zaman jahiliyah bahan bangunan Ka’bah adalah batu-batu besar yang tidak ada tanah liatnya. Suatu ketika Ka’bah mengalami kerusakan karena banjir, lalu orang-orang Quraisy membangunnya kembali dengan kayu-kayu yang mereka ambil dari bekas-bekas perahu orang romawi yang tenggelam di laut merah, dan mereka bangun dengan batu-batu di lembah gunung.

Akan tetapi mereka berselisih tentang siapa yang akan meletakkan Hajar Aswad di Ka’bah, lalu mereka sepakat bahwa yang pertama kali masuk masjidlah yang akan meletakkannya.

Nabi yang waktu itu baru menginjak dewasa adalah orang yang pertama kali masuk Masjidil Haram akhirnya Nabi Muhammad yang meletakkan Hajar Aswad itu.

Di zaman Yazid bin Muawiyah ketika Abdullah bin Zubair berlindung di Ka’bah, dia memerintahkan Hajjaj bin Yusuf untuk melempari Ka’bah dengan panah- panah berapi, akhimya sebagian bangunan Ka’bah terbakar. Kerusakan itu kemudian di perbaiki oleh Abdil Malik. Sedang yang meletakkan Hajar Aswad pada waktu itu adalah Imam Ali bin Husain Zaenal Abidin.

Di abad ke-3 hijriyah, sekelompok orang Syiah Gholat (yang menuhankan Imam Ali) telah mengambil Hajar Aswad dan membawanya ke Kota Kufah (Iraq) lalu di kembalikan oleh Imam Mahdi ke tempatnya.

Ka’bah di Zaman Nabi Ibrahim AS tingginya mencapai 4,43 m dan panjangnya 14,79 m sedang lebarnya 10,85 m. Pada waktu itu Ka’bah tidak mempunyai atap, lalu diberi oleh orang-orang Quraisy sepanjang 4,43 m, akhirnya tingginya menjadi 8,86 m.

Orang-orang Quraisy meletakkan dasar (fondasi) bangunan Ka’bah dari dalam lalu meletakkan batu di atasnya dan mereka bangun hijr dan orang-orang tawaf mengelilingi Ka’bah dari hijr tersebut sampai kemudian Yazid merusaknya karena ingin membunuh Ibnu Zubair.

Setelah itu, Ka’bah direnovasi kembali seperti semula dan tingginya di tambah lagi 4,43 m. Maka tinggi Ka’bah menjadi ±13,31 m dan mereka memberinya dua pintu satu pintu di sebelah timur dan yang lain di sebalah barat (sampai ke permukaan tanah).

Setelah Abdullah bin Zubair meninggal dunia, Abdul Malik bin Marwan memerintah Hajjaj bin Yusuf untuk mengembalikan Hajar Aswad yang telah jatuh. Selain itu, bangunan Ka’bah di kembalikan seperti sediakala yang di bangun oleh orang-orang Quraisy. Kemudian Hajjaj mengurangi panang bangunan dan menutup pintu yang ada di punggung Ka’bah dan menghilangkan pintu yang pertama seperti halnya sekarang.(jurnalhaji.com)
Share:

Renungan Tauhid di Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim dan Hijir Ismail adalah dua tempat yang sangat bersejarah. Itulah sebabnya Allah SWT memerintahkan kita untuk berdoa di kedua tempat ini sambil mengenang jasa-jasa mereka dalam mengembangkan ajaran tauhid dan mendirikan kota Makkah serta merenovasi Kabah.

Maqam Ibrahim adalah sebuah batu tempat Nabi Ibrahim berpijak saat memperbaiki Kabah. Saat berada di Maqam Ibrahim kita dituntut untuk merenung dan meneladani Nabi Ibrahim AS dalam menegakkan agama tauhid (monoteis).

Tua atau muda bukanlah ukuran untuk melanjutkan tugas mulia itu. Sebab Nabi Ibrahim sendiri adalah perwakilan bagi kaum tua dan Ismail adalah perwakilan bagi kaum muda. Inilah sebagai simbol kerja sama antara kaum muda dan kaum tua dalam menegakkan panji-panji Allah dengan tetap berpijak pada pondasi Alquran dan Sunnah.

Islam sendiri diibaratkan Rasulullah SAW dengan sebuah bangunan. Sebagaimana yang digambarkan Rasulullah dalam hadis, “Islam itu dibangun di atas lima pondasi” (HR Bukhari Muslim). Pondasi tersebut yang kemudian dikenal dengan Rukun Islam. Jadi, prosesi pembangunan Kabah oleh Nabi Ibrahim dan Ismail adalah manifestasi dari pembangunan Islam itu sendiri.(jurnalhaji.com)
Share:

Jabal Rahmah, Teladan Adam dan Hawa di Arafah

Padang Arafah di Makkah, Arab Saudi, adalah tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Hawa setelah sekian lama terpisah setelah diturunkan dari surga. Di tempat tersebut, mereka meluapkan rasa rindu yang sekian lama bersemayam di dalam hati.

Cinta dan kasih sayang seakan tumpah dari hati Adam dan Hawa. Tidak salah jika bukit yang di lokasi mereka bertemu kemudian dinamakan Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang).

Jamaah haji yang wukuf di Padang Arafah hendaknya meneladani Nabi Adam dan Hawa. Setelah sebelumnya melakukan perbuatan dosa, keduanya berketetapan hati untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari, sebab dosa hanya akan membuat manusia menanggung penderitaan yang berkepanjangan.

Sewaktu berada di Arafah, para jamaah haji dianjurkan bertaubat, memperbanyak istighfar, dan berjanji tidak melakukan kedurhakaan lagi kepada Allah SWT sepanjang sisa hidupnya.

Arafah yang artinya ‘mengenal’ atau ‘mengerti’ mengandung makna bahwa jamaah haji yang berdiam di tempat tersebut diajak untuk memahami dan mengenali lebih dalam tentang dirinya sendiri, sebagaimana Nabi Adam dan Hawa yang mengenali diri mereka sebagai makhluk yang pernah mengundang murka Allah.

Orang yang wukuf di Arafah harus bisa mengerti dan mengenali diri sendiri. Hanya dengan mengenali diri sendiri kita akan sanggup mengenal siapa sesungguhnya Tuhan kita. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa bisa mengenali diri sendiri sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”(jurnalhaji.com)
Share:

Bakso ‘Ajib’ Mang Husein

‘’Kita makan bakso, yuk,’’ ujar Ustaz Buchory Muslim, seorang petugas haji Indonesia. ‘’Memang di sini ada bakso enak? Boleh juga tuh,’’ kata Muhammad Syarif Salim, seorang wartawan menyambut ajakan itu.

Orang Indonesia sepertinya tak bisa lepas dari bakso. Di mana pun berada, jajanan khas Indonesia ini selalu dicari. Apalagi, para petugas Media Center Haji sudah 12 hari bertugas di Tanah Suci, Makkah. Jauh dari Tanah Air, mereka dilanda kangen menyantap bakso.

Tak sulit menemukan bakso di Tanah Suci. Sebab, bakso yang satu ini sudah sangat populer di kalangan mukimin dan petugas haji yang biasa bertugas di kota Makkah. Ya, bakso yang masyhur itu biasa disebut ‘’Bakso Mang Husein’’. Jangan bayangkan, bakso yang rasanya ‘ajib’ ini dijual di restoran atau tempat makan.

Bakso ini boleh dibilang dijual secara tersembunyi. Sebab, Mang Husein berdagang bakso di rumah majikannya. Namun, karena rasanya yang enak, orang-orang tinggal memesan lewat telepon atau datang langsung ke Kholidiyah I tepat di depan Rusan, tempat Mang Husein berdagang.

Untuk memesan bakso, kami menekan bel. Tak lama kemudian, Mang Husein keluar dan menyapa kami, ”Mau pesan bakso?” Pria kelahiran Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, ini langsung memasang karpet di sebuah gang dan segera menyajikan bakso. Tak lama kemudian, bakso yang disajikan dalam mangkuk plastik itupun datang.

”Ini bakso enak sekali. Sulit nyari tandingan bakso yang rasanya enak seperti ini di Indonesia,” ucap Irwan memuji rasa bakso buatan Mang Husein ini.

Bakso Mang Husein memang ajib (enak-red). Saya merasakan betul bakso ini benar-benar enak. ”Saya baru ngerasain bakso yang bener-benar enak,” kata Zaini, kata seorang mukimin, sambil meminta nomor telepon Mang Husein.

”Sebenarnya ini hanya sampingan saja,” tutur Husein Abdul Aziz Sulaeman. Sebenarnya, ia berkerja sebagai sopir di rumah seorang pejabat Departemen Luar Negeri Arab Saudi. Menurut Husein, majikannya sangat baik sekali. Ia telah menganggap majikannya sebagai orang tua. Di rumah itu, Husein tinggal bersama istri dan lima anaknya.

Husein pertama kali berjualan bakso pada 2005. Awalnya, ia menyantap Mie Ayah di sebuah tempat makan di Kota Makkah. Namun, kata dia, rasanya kurang enak. Akhirnya, dia membuat sendiri dan rasanya jauh lebih enak. Istrinya mengusulkan untuk berjualan bakso.

Pelanggannya baksonya adalah para tenaga kerja Indonesia serta mukimin. Ia berjualan bakso dari pukul 13.30 hingga 23.00 waktu Arab Saudi (WAS). Ia mengaku bisa saja membuka restoran bakso. Namun, hal itu tak akan pernah dilakukannya. Husein mengaku sangat betah kerja di rumah majikannya. ( oleh Heri Ruslan/ wartawan Republika Online)
Share:

Mau Belanja Kurma, Madinahlah Tempatnya

Barang-barang yang dijual di Madinah, seperti busana atau peralatan elektronik jauh lebih mahal dibandingkan di Makkah atau Jeddah. Tapi untuk buah-buahan seperti kurma dan kismis harga yang ditawarkan di Madinah lebih murah ketimbang di Makkah dan Jeddah.

Jadi, jamaah haji perlu lebih cerdas dalam memilih tempat berbelanja. Jika masih berada di Madinah, jangan tergesa-gesa untuk berbelanja busana, soufenir, dan sejenisnya. Bersabarlah sejenak hingga mendapat kesempatan untuk sampai di Jeddah.

Madinah adalah pasar yang banyak menjual buah khas Arab Saudi, yaitu kurma. Pusat pemasarannya adalah Pasar Kurma Madinah. Di pasar ini dijual berbagai jenis kurma. Kurma ajwa dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari 40 riyal sampai 90 riyal. Kurma aruna ada yang harganya 30 riyal namun ada juga yang harganya 70 riyal. Selain buah kurma, biskuit-biskuit yang terbuat dari bahan dasar kurma juga tersedia di sini.

Pasar Kurma Madinah berlokasi sekitar 60 meter di sebelah selatan Masjid Nabawi. Pasar ini dibuka mulai dari pukul 07.00 waktu Arab Saudi hingga pukul 23.00 pada musim haji.(jurnalhaji.com)
Share:
 photo iklan-instagram_zpsijgophla.gif

Terpopuler

Berita Haji 2012

Tips Haji dan Umrah

Kisah dari Tanah Suci

Manasik Haji dan Umrah

Photobucket

Labels

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.